Harga indeks berasal dari agregasi harga di beberapa bursa spot utama untuk mencegah manipulasi harga oleh satu bursa tunggal.
Pasar referensi yang digunakan platform ini meliputi: Binance, Okex, CoinbasePro, Huobi, Woo.
Harga indeks dapat dianggap sebagai harga spot yang adil, dan digunakan untuk menghitung harga mark (mark price), yang selanjutnya digunakan untuk menghitung unrealized profit and loss dari setiap kontrak.
※ Profit dan loss (P&L) aktual dari akun ditentukan berdasarkan harga pasar saat likuidasi terjadi.
Dalam situasi pasar ekstrem atau ketika terjadi fluktuasi harga yang tidak normal, komposisi harga indeks dapat disesuaikan. Langkah-langkah perlindungan tambahan juga diterapkan untuk mencegah gangguan performa pasar yang disebabkan oleh gangguan teknis atau koneksi di pasar spot. Mekanisme perlindungan yang digunakan antara lain:
1. Penyimpangan Sumber Harga Tunggal
Jika harga terbaru dari satu bursa menyimpang lebih dari 1% dari harga median seluruh sumber harga, maka bobot harga dari bursa tersebut akan disetel menjadi nol.
2. Penyimpangan Beberapa Sumber Harga
Jika harga terbaru dari lebih dari satu bursa menyimpang lebih dari 5%, maka harga median dari semua sumber harga akan digunakan sebagai harga indeks, menggantikan rata-rata tertimbang.
3. Perlindungan Harga Perdagangan Terakhir
Jika sistem pencocokan harga indeks dan harga mark tidak dapat memperoleh data referensi yang stabil dan andal, dan suatu kontrak hanya memiliki satu komponen harga indeks, maka harga indeks dapat terpengaruh (harga indeks bisa tetap tidak berubah atau menyimpang jauh dari harga terakhir). Dalam kasus ini, sistem akan menggunakan mekanisme perlindungan harga perdagangan terakhir untuk memperbarui harga mark hingga kondisi pasar kembali normal.
※ Perlindungan harga perdagangan terakhir adalah metode sementara untuk mengganti harga mark kontrak menggunakan harga perdagangan terakhir dengan batas tertentu. Ini memungkinkan sistem untuk terus menghitung unrealized P&L dan melakukan likuidasi bila perlu, sambil meminimalkan risiko likuidasi paksa yang tidak perlu selama periode gangguan tersebut.